FF Lee Junho; I’ll Be Back Part2

Hari ini hari pertama ku datang ke apartemen mereka, aku mengetuk pintu dan terlihat seseorang membukankan pintu untuk ku,

“Ahirnya kamu datang juga, mari aku bawakan barang mu, aku Lee Junho panggil saja aku Junho” sahutnya sambil menghantar ku kedepan kamar, “Ini kamar mu, aku simpan di sini barang mu ya”

“Ah terimakasih Oppa(kakak laki-laki)” jawabku

“Hahaha jangan panggil aku Oppa aku jadi nampak tua di depan mu, ngomong-ngomong aku harus memanggil mu apa?” tanyanya sambil bercanda

“Haha rasanya aneh tidak memanggil mu Oppa, selama ini aku selalu memanggil mu Oppa, hehe panggil saja Yoona” jawabku

“Hah? Kau memanggil ku Oppa sejak kapan? Kamu mengenal kami? Baiklah aku panggil kamu Yooonnn….” Sambil tertawa

“Ah Oppa Yoona saja hahha, aku sudah sering menulis artikel tentang kalian sejak aku masih bersekolah di Indonesia dulu, hingga ahirnya aku pindah kesini dan lagi-lagi menulis artikel tentang kalian hehe rasanya menyenangkan” jawabku sambil membereskan barang-barang ku.

“Apa? Kamu berasal dari Indonesia? Wah ternyata kamu bukan asli orang Korea ya? Hahha” ia terlihat sangat terkejut dengan jawaban ku tadi,

“Iya aku bukan orang sini Oppa, hahha tenang saja sampai saat ini, Oppa masih sangat terkenal di Indonesia hehe” jawabku sambil bercanda, tiba-tiba terdengar ada yang membuka pintu.

“Annyeong, Aigoo aku lapar sekali ini, Junho-sii apa kamu masak sesuatu?” ia berlari kearah kami, ia tinggi berambut pirang dan memakai topi hitam dan jaket hitam,

“Ommo! Ternyata kamu sudah datang, annyeong aku Wooyoung, senang melihat mu disini hehe” ia tersenyum, “Ngomong-ngomong Eonnie apa kamu sudah makan?” tanya Wooyoung pada ku.

“Ah Oppa jangan panggil aku Eonni aku ini masih 19 tahun hahha, rasanya aku yang harus memanggil mu Oppa” aku menjawabnya dan ia nampak terkejut

“Woaaa maaf ya hehe, ayo kita makan bagaimana? Kita masak ramyun saja yang mudah” sahut wooyoung,

“Bolehkah aku yang memasakan sesuatu untuk kalian berdua?” tanya ku pelan

“Serius kamu mau memasak untuk kami? Wah baru kali ini sepertinya ada yang mau memasak untuk kami disini hahah bahkan manager kami saja malas jika harus memasak untuk kami” sahut Junho senang,

“Hahah, aku serius, lagi pula ga baik kalian makan ramyun kalian kan butuh makanan yang baik agar tetap sehat dan dapat tampil dengan sempurna” jawab ku singkat

“Kamu sepertinya benar-benar fans kami yang menarik” Junho nampak sedikit penasaran dengan sikap ku,

“Bukan begitu Oppa hanya saja rasanya aku juga harus bisa menjaga sikap ku, kalian mengizinkan ku datang kesini dan menulis tentang kalian ini hanya wujud rasa terimakasih ku” aku terseyum dan berjalan menuju dapur.

Aku melihat dapur yang bersih putih dan penuh dengan buah-buah juga makanan-makanan yang sepertinya sudah di atur untuk masing-masing personil, aku membuka kulkas dan bertanya,

“Jadi kalian mau aku memasak apa?” tanya ku

“Ah aku pernah penasaran dengan masakan Indonesia, aku suka dengan nasi goreng yang aku makan di hotel saat kami konser disana. Nichkhun pernah coba membuatkannya untuk kami tapi gagal! Apa kamu bisa membuatkanya?” tanya Wooyoung

“Ah jadi kalian mencoba nasi goreng disana? Haha aku fikir Oppa ga mau makan makanan Indonesia, baiklah aku buatkan kalian nasi goreng” jawab ku, lalu aku pun membuatkan nasi goreng untuk mereka berdua, aku sempat bertanya pada Wooyoung dimana personil lainya dan sepertinya mereka sangat sibuk dengan jadwalnya masing-masing nampaknya hari ini aku hanya bertiga dengan mereka.

“Ah aku sangat kenyang kamu jago sekali memasak, terimakasih ya kami senang kamu memasakan ini untuk kami, ini sudah larut malam sebaiknya kamu tidur hehe” sahut Junho padaku

“Wah syukurlah kalau kalian suka dengan masakan ku, entahlah aku belum begitu mengantuk, ah Oppa juga harus tidur, apa Oppa ada jadwal esok hari?” tanyaku

“Aku sih besok bebas, dan sepertinya besok aku satu-satunya yang tersisa di sini, Wooyoung akan pergi ke Busan untuk acara Fansigning disana, oh iya bagaimana kalau besok kamu temani aku jalan-jalan?” tanya Junho padaku.

“Yah sayang sekali Woo Oppa besok harus pergi hehe, boleh boleh lagi pula sekalian aku bertanya-tanya pada oppa dan mulai menulis bahan untuk artikel ku” jawab ku senang, Junho yang mendengar aku menyebut Wooyoung sedikit memasang muka kecewa dan lalu tertawa sambil menggoda,

“Ahhh aku tahu pasti kamu suka Wooyoung ya? Ahaha aku tau dari awal kamu datang ke kantor kami”

“Aaah Oppa bukan begitu hanya saja jadi semakin sedikit yang aku dapat untuk tulisan ku esok hari hehe, yasudah aku ke kamar ku dulu” sahut ku dan berjalan ke kamar ku.

“Yoona sii!” Junho menghampiri ku, “tunggu, aku ingin bicara dengan mu” sahutnya dan menarik ku ke dalam kamar, aku bingung dan terkejut,

“Ada apa Oppa?” tanya ku heran

“Boleh kan mulai saat ini kamu menjadi teman baik ku?” tanya nya pelan, aku rasa ia tak ingin Wooyoung mendengarnya, ia pun bercerita banyak tentang kehidupanya sebelum ahirnya ia memaikan gitar dan bernyanyi lagu yang ia buat sendiri hingga aku tertidur lelap.

 

                Sudah hampir empat hari aku berada disini, kali ini aku berada di kamar ku menulis lagi bahan yang aku sudah dapat kan selama empat hari disini bersama mereka, aku duduk di depan laptop ku dan menunggu mereka pulang kemari, tiba-tiba seseorang membuka pintu dan aku pun terkejut,

“Oppa? Kenapa hanya Oppa yang pulang yang lain mana?” tanya ku heran,

“Ah kamu gasuka liat aku? Kamu nunggu Wooyoung ya?” tanyanya dengan ekspresi kecewa,

“Bukan itu hanya saja aku heran kenapa hanya Oppa yang mucul hehe, aku ga cari Woo Oppa ko, apa Oppa udah makan?” tanyaku,

“Sebenarnya aku tadi bersama Junsu, tapi dia sudah pergi lagi untuk pergi ke studio. Aku sengaja pulang lebih awal, aku senang dekat denganmu” ia datang menghampiri ku dan memberikan sebuah bingkisan kecil yang berisi coklat, “Untuk mu” sahut nya,

“Oppa?…” aku terdiam sejenak melihatnya aku heran ini bukan kali pertamanya ia memberikan sesuatu untuk ku bahkan beberapa hari yang lalu ia pernah mengirim bunga saat mereka ada jadwal di Busan,

“Ahh terimakasih Oppa”, ujar ku sambil tersenyum,

“Aha aku lapar aku melihat banyak masakan di dapur apa kamu yang memasak nya?” tanya Junho penasaran,

“Iya aku sengaja memasak untuk kalian, aku memasaknya dengan sehat jadi kalian bisa memakanya” aku berjalan menuju dapur dan memintanya menyicipi masakan ku,

“Ini enak sekali aku suka ini, wah kamu memang jago memasak ya, senang kalau punya fans sehebat kamu ini” sahut nya dan mulai menyantap makanan ku, aku menemaninya makan dan memerhatikanya perlahan-lahan, tiba-tiba aku merasakan suatu perasaan aneh yang menggelitik, aku rasa aku suka padanya, lalu aku cepat-cepat menghapus pikiran ku itu “ayolah Yoona dia ini artis mana mungkin menyimpan rasa untuk seorang fansnya yang baru empat hari tinggal di apartemen ini bersamanya” ujar ku dalam hati, tiba-tiba Junho memegang tangan ku dan menatap mata ku dengan serius,

“Aku menyukai mu” sahut nya, aku terdiam kaget mendengar ia berkata seperti itu aku masih tak percaya ini terjadi padaku,

“Aku…” aku menahan ucapan ku dan mengalihakan pembicaraan,

“Entahlah Oppa aku rasa ini terlalu cepat, aku belum yakin Oppa benar-benar mengenalku” aku memalingkan wajah ku darinya,

“Itulah alasanya karena aku ingin mengenal mu lebih, dan satu lagi jangan panggil aku Oppa panggil saja Junho” jawabnya sambil tersenyum,

“Baiklah Junho…” aku memandangnya dan tersenyum,

“Baiklah apa? Ayolah jawab jangan buat aku penasaran”

“Aku..” aku sejenak berfikir,

“Aku rasa aku belum bisa memutuskanya, Junho apa jadinya kalau semua orang tau tentang kita nanti? Apa kamu fikir semuanya akan sama saja, apa kamu fikir kehidupan ku nanti sama saja setenang ini?” tanya ku

“Yoona-sii, aku rasa aku bisa melindungi mu, pokonya mulai hari ini kamu jadi pacar ku!” ia menarik lengan ku,

“Ayo cepat ikut aku”

“Junho yaa! Kita mau kemana?”

“Aku ada jadwal sebentar lagi aku ingin kamu datang dan memberiku semangat, itu saja”

Rasanya aku ingin menolaknya, aku takut ia akan memperlakukan ku seperti ini di depan fansnya, tapi aku rasa saat ini memang ia membutuhkan ku, dan setelah berada di dalam mobil aku baru ingat mengapa hanya dia yang datang ke apartemen siang ini, dan lalu menarik ku seperti ini,

“Ini comback stage kalian kan?!” sahut ku

“Ahhh! Jadi kamu baru sadar saat ini? Itulah kenapa aku mengajak mu, ini hal terpenting bagi ku juga jadi kamu harus ada, dan lagi aku akan menyanyikan salah satu lagu ciptaan ku, kamu tunggu saja” ia tersenyum dan menggegam tangan ku selama perjalanan. Sesampainya di studio MBC ia mengajak ku ke ruang tunggu,

“Nanti kamu harus duduk di paling depan jadi aku tau kamu ada disana” sahutnya sambil tersenyum

“Hahaha baiklah aku nanti aku duduk di depan dan berteriak-teriak seperti fans-fans lainya, LEE JUNHO…LEE JUNHOO….”

“Hahaha teriakannya harus keras jadi aku bisa mendengarnya”, jawabnya, “aku harus ke panggung untuk persiapan, lebih baik sekarang kamu mulai duduk di sana”

“Hahahhaha ok, ok, sudah sana cepat”

Ia pun berjalan keluar menuju backstage

“Lee Junho!!…” teriak ku, ia pun membalikan badanya dan melihat ku,

“Fighting! Saranghe!” teriak ku sambil memastikan tak ada yang mendengar perkataan ku tadi, ia nampak terkejut saat aku teriak seperti itu, ia pun tersenyum dan menuju backstage.

Hari itu sangatlah berarti bagiku, sangat menyenangkan, aku bahkan belum bisa percaya ini semua terjadi pada ku, dan malam itu aku dibuat sangat bahagia, ia mengajak ku makan malam setelah acara selesai dan ia menyanyikan lagu yang ia ciptakan untuk ku sambil memainkan gitarnya, kali ini aku sadar aku memang sangat beruntung kali ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s