FF Lee Junho; I’ll Be Back Part3

Setelah sekian lama aku dan Junho berhasil menyembunyikan hubungan kami, memang aku rasa suatu saat semua orang akan mulai tau siapa aku dan ada apa diantara aku dengan Junho namun aku selalu harus meyakin kan diriku aku bisa menyembunyikanya. Sudah nyaris satu bulan aku meninggalkan apartemen mereka dan kali ini aku melihat semua fans dan pembaca majalah puas dengan artikel ku, aku menerima banyak e-mail dari mereka yang penasaran dengan semua kegiatan ku selama dua minggu bersama 2PM, rasanya senang mendengar semua komentar mereka tentang artikel ku namun ada satu komentar yang membuat ku duduk terdiam membisu di depan laptop ku, aku membacanya perlahan lahan,

“Eonnie, bagaimana rasanya 2 minggu bersama mereka, Eonni tidak jatuh cinta pada salah satu dari mereka kan? Eonni tidak ada apa-apa dengan mereka kan? Hahaha karena kalau sampai kami para fans mereka tahu Eonni menjalin suatu hubungan dengan mereka maka aku akan meneror eonni seumur hidup ku, hahha apapun alasanya! Selamat ya eonni terimakasih sudah menulis artikel tentang mereka, sarangheyo eonni”

Aku memandangi e-mail tersebut, aku mencari ponsel ku,

“Junhoo yaaa! Kamu harus tau apa yang ditulis para fans kalian tentang artikel ku itu !!! ini sangat menyeramkaaaaaan!! VOV”

Aku mengirim SMS pada Junho dan tak lama kemudia ia membalasnya,

“Hahahha, sudahlah lagi pula mereka ga akan menyelidiki sejauh itu, tenanglah”

Aku membalasnya

“Aku dulu fans mu dan nyatanya aku mencari tahu tentang kalian sampai hal yang paling kecil, bahkan sampai seluruh keluarga dan teman-teman kalian, apa masih mungkin mereka ga tahu tentang kita?”

Lama aku menunggu ia membalasnya dan tiba-tiba ada yang membunyikan bel dan mengetuk pintu,

“Tunggu sebentar” aku berlari ke arah pintu, aku membukanya dan terkejut bukan main

“JUHNOO yaaa! Apa yang kamu lakukan disini!? Bagaimana kalau ada yang melihat! Matilah aku !” aku menariknya masuk dan menutup pintunya,

“sudahlah aku kan udah bilang kamu gaperlu takut aku bisa melindungi mu, lagi pula malam begini kenapa kamu masih sibuk dengan kerjaan mu?” tanyanya penasaran

“Yaa! Lee Junho, dibandingkan dengan pekerjaan ku yang membuat ku belum tidur selarut ini aku lebih penasaran apa yang kamu fikirkan datang kesini selarut ini?!” tanya ku kesal

“Apartemen mu dengan apartemen ku tidak jauh jadi biarlah lagi pula kamu yang membuat ku kesini”

“Hah? Aku? Aku hanya mengirim mu SMS bukan menyuruh mu kesini”

“Kamu bilang takut yaudah aku datang, sudahlah tinggalkan pekerjaan mu, kamu butuh istirahat” ia menarik ku, aku hanya memandanginya yang duduk di sebelah ku,

“Kamu ga akan pulang?” tanyaku

“Aku mengantuk, aku tidur sini saja” jawabnya, aku pun terkejut dan berdiri

“Yaaaa! Aaah kamu ini benar-benar memasukan ku dalam masalah ini lebih dari masalah kalau sampai orang-orang tau kamu menginap disini!”

“Yoona-sii, bisa kah sehari saja kamu ga marah kalau aku ada disebelah ku, aku rasa kamu terlalu khawatir dengan fans-fans ku bukan aku” jawabnya yang sedikit nampak kecewa, aku kembali duduk di sebelah nya,

“Bukan begitu hanya saja aku…” belum sempat aku melanjutkan pembicaraan ku ia menarik ku dan menciumku, aku terdiam dan tiba-tiba,

“YOONAAAAA !!!” teriak seseorang di belakang kami dan aku mendengar sesuatu barang jatuh, aku membalikan badan ku dan mendorong Junho agar menjauh,

“Hyeyoon?! A-aaapa yang kamu lakukan disini?” tanya ku panik, sebelum nya aku nyaris di pecat dari pekerjaan ku karena hubungan kami yang nyaris diketahui publik dan kalau semua itu terbukti ini akan menjadi masalah besar untuk perusahaan, dan Hyeyoon termasuk seseorang yang menyuruh ku berjanji bahwa aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Junho,

“Yoona-sii, ini masih bisa kamu bilang ga ada apa-apa?” Hyeyoon nampak kesal dan marah, “Maafkan aku Yoona, namun cepat atau lambat semua orang akan tau ini! Dan kamu tau apa akibatnya untuk perusahaan!” Hyeyoon kali ini benar-benar marah, dan Junho yang mulai nampak merasa bersalah pada ku,

“Hyeyoon maafkan aku, aku mohon jangan bilang siapapun, aku janji akan mengahirinya” jawab ku pelan,

“sudahlah cepat atau lambat mereka akan tau, aku pergi” jawab Hyeyoon dan ia pun pergi, Junho mendekati ku dan mencoba menenangkan ku, namun aku memintanya menjauh,

“sudahlah lebih baik kamu pulang” aku memalingkan wajah ku, kali ini ia menuruti permintaan ku

“Aku pergi, telfon aku jika ada sesuatu”

Malam itu sungguh membuat ku takut, aku rasa aku harus mengahiri semuanya sebelum terlamabat, atau aku sudah terlambat?

***

 

Aku berjalan masuk ke kantor ku, semua orang di ruangan itu memandangi ku, aku bingung ada apa ini? Apa semua sudah tahu apa aku terlambat? Aku duduk di ruangan ku dan tiba-tiba Hyeyoon masuk ke dalam ruangan ku,

“Yoona, maaf kan aku, aku rasa semua sudah terlambat, coba kamu lihat ini” ia memberikan sebuah tabloid dan sebuah harian pagi pada ku, aku terkejut bukan main melihat sebuah artikel  yang menuliskan namaku di dalam nya dan sebuah foto yang menunjukan Junho datang ke apartemen ku, aku menjatuhkan kepalaku ke meja dan terdiam mebisu, aku hanya bisa menangis, aku yakin sesaat lagi aku akan di pecat karena ini, dan memang benar beberapa menit kemudian direktur datang dan aku tau apa yang harus aku lakukan. Aku membereskan barang-barang ku dan memasukanya dalam dus, aku berjalan keluar ruanganku dan memanggil taksi dan memutuskan untuk pulang secepat mungkin.

Aku memandangi laptop ku, aku bahkan takut untuk melihat email ku, aku menelfon Hyeyoon,

“Eonnie, aku akan pergi” sahutku sambil terisak menangis

“Hah?!  Apa maksud kamu Yoona ayolah ini bukan akhir dari pekerjaan mu, biar aku carikan kamu pekerjaan lagi ya” jawab Hyeyoon

“Aku rasa aku akan pulang ke Indonesia Eonnie, aku masih belum siap melihat reaksi orang-orang, baru saja aku membuka email ku aku sudah menemukan banyak Email dengan Capslock dan nampaknya mereka sangat marah pada ku, aku takut dengan apa yang akan aku hadapi besok eonnie” aku semakin menangis keras,

“Benarkah? Kamu memutuskan untuk pulang? Lalu bagaimana dengan Junho?” tanyanya khawatir

“Aku gamau dia tahu aku pergi eonnie, aku bahkan belum menjawab sms, dan telfonya”

“Baiklah kalau menurut kamu itu yang paling baik, aku juga ga akan kasih tau kalau kamu pergi kalau dia datang ke kantor atau menelfon ku” jawab Hyeyoon

“Aku udah booking tiket pesawat untuk pagi besok, jadi aku ga bisa pamitan sama eonnie, makasih ya eonnie selama ini selalu bantu aku”

“Yoonaa sii, aku pasti kangen kamu jangan lupa telfon aku ya atau email ya, hati-hati di sana, sekarang kamu istirahat aja ya”

“Iya makasih eonnie, bye”

“Bye Yoona-sii” aku menutup telfon ku, dan mulai membereskan lagi barang-barang ku.

Ini menjadi hari terakhir ku yang menarik di Korea, semoga aku cepat melupakanya.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s