100% Korea

Hi.. Annyeonghaseyo

beberapa hari yang lalu ada yang req buat masukin tentang sisi Tradisional di Korea, wah agak berat juga ya soalnya kalau bicara tentang adat, kebudayaan, yang berbau Tradisional it means gaboleh sembarangan ngomong fatal kalau salah… tapi balik lagi harap di maklum aku jg kan orang Indonesia yang masih cinta sama kebudayaan sendiri dan masih belajar soal Kebudayaan Korea juga jadi maaf kalau ada salah-salah kata atau informasi… boleh di comment untuk perbaikan kedepanya thanks^^

okay sejujurnya event yang dari KTO itu aku pengen banget masukin banyak hal yang pengen aku coba aku kunjungin dan aku beli yang berbau tradisional tapi kan cuma jelasin 3 jadi yang lainya masih nyangkut di tangan dan sekarang udah gatel buat lanjutin lagi tulisan…

kalau aku bisa ke Korea atau kalau kalian ke Korea ini ada beberapa tempat yang wajib di kunjungin, percuma dong kalau ke Korea ujung-ujungnya ke Mall lagi kalau gitu sih ke Jakarta atau Bandung aja Mall dimana-mana hehe…

yang pertama aku pengen banget kunjungin Istana Gyeongbok

kalian tau ga ini apa? wah kalau kalian suka sama 2PM dan Miss A kalian pasti pernah liat video “Annyeong Korea” nah Wooyoung pernah ajak kita buat liat-liat tempat ini loh… dan ga bohong pemandangan disini kalau kita lihat di foto bagus banget, bukan cuma liat di Foto tapi menurut sahabat aku yang pernah kesana dia juga bilang kalau disana itu indah banget dan luas banget

ini info nya nih…

Istana Gyeongbok adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul (Gangbuk), Korea Selatan. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon.

Istana Gyeongbok aslinya didirikan tahun 1394 oleh Jeong do jeon, seorang arsitek. Istana ini hancur pada saat invasi Jepang ke Korea tahun 1592-1598 dan dibangun lagi selama tahun 1860-an dengan 330 buah komplek bangunan dengan 5.792 kamar. Berdiri di wilayah seluas 410.000 meter persegi, Istana Gyeongbok adalah simbol keagungan kerajaan dan rakyat Korea. Setelah pembunuhan Maharani Myeongseong oleh mata-mata Jepang pada tahun 1895, Raja Gojong meninggalkan istana ini bersama anggota keluarganya yang lain dan tidak akan pernah kembali.

Pada tahun 1911, pemerintahan Jepang yang sedang menjajah Korea menghancurkan semua bangunannya kecuali 10 bangunan utama, dan membangun Bangunan Pemerintahan Utama Jepang untuk gubernur jenderal Korea di depan Ruangan Tahta.

Bangunan utama dari Istana Gyeongbok termasuk Geunjeongjeon, Ruangan Tahta Raja (yang merupakan harta nasional Korea Selatan nomor 223) dan Paviliun Gyeonghoeru (harta nasional nomor 224) yang memiliki kolam bunga teratai dan bertiangkan 48 buah tonggak granit.

Istana Gyeongbok saat ini dibuka untuk umum dan Museum Nasional Rakyat Korea (National Folk Museum of Korea) berdiri di dalamnya.

Banyak rakyat Korea yang berharap pemerintahnya dapat mengembalikan bentuk asli istana. Berkat kerja keras arkeolog, 330 bangunan berhasil dibangun kembali. Saat ini gerbang masuk istana (Gwanghwamun) sedang direnovasi untuk dibuat kembali seperti pada asalnya dan diperkirakan selesai tahun 2009.

Image

Image

nah selain istana gyeongbok aku juga pengen banget dateng ke Museum Kimchi, yang ini pasti menarik banget secara isinya makanan semua haha….kalau kalian ke Korea sempetin waktu ya buat ke tempat ini ..

ini sedikit informasi tentang museum Kimch

Museum Kimchi, Museum Kimchi Lapangan atau Kimchi Field Museum (풀무원 김치박물관; Pulmuwon Gimchi Bangmulgwan) adalah sebuah museum yang terletak di Seoul, Korea Selatan.Museum ini khusus dibangun sebagai pusat pengetahuan mengenai kimchi, salah satu jenis makanan Korea yang terpenting.Karena kepopuleran kimchi sebagai makanan yang sehat, museum ini menarik sebanyak 100.000 pengunjung per tahunnya. Yang ditampilkan di sini adalah koleksi tentang sejarah dan variasi-variasi kimchi dan nilai gizi yang dikandungnya.Selain itu, pihak museum juga mengumpulkan berbagai data dan statistik, mengadakan penelitian mengenai kimchi.

Image

tempat yang berbau tradisional tadi itu pengen banget dan harus banget di kunjungin kalau kita ke Korea… nah sekarang aku mau kasih sedikit Info soal pakaian Tradisional Korea atau biasa kita kenal Hanbok

Hanbok…

Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.

Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang. Lukisan pada situs makam Goguryeo menunjukkan gambar laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang ketat dan baju yang berukuran sepinggang. Struktur tersebut sepertinya tidak banyak berubah sampai saat ini.

Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.

Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu.

Aksesori untuk kepala

Baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala (sangtu), sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher belakang. Wanita yang berprofesi sebagai penghibur seperti kisaeng, memakai aksesori wig yang disebut gache. Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18. Pada akhir abad ke-19, gache semakin populer di antara kaum wanita dengan bentuk yang semakin besar dan berat.

Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai pengencang atau aksesori. Bahan pembuatan binyeo bervariasi sesuai kedudukan sosial pemakainya. Wnita juga mengenakan jokduri pada hari pernikahan mereka dan memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.

Pria menggunkan gat, topi yang dianyam dari rambut kuda, yang juga bervariasi model dan bentuknya sesuai status atau kelas.

Perayaan

Hwalot, pakaian pengantin

Hanbok digunakan diklasifikasikan berdasarkan peristiwanya: pakaian sehari-hari, termasuk untuk hari ulang tahun pertama anak

Hanbok modern

Hanbok modern untuk anak-anak terbagi atas 2 atau 3 bagian dan bisa dipakai dengan mudah. Hanbok anak-anak dipakai biasanya satu atau dua kali setahun dalam perayaan Chuseok atau tahun baru imlek (seollal). Pada ulangtahun pertamanya (doljanchi) anak-anak memakai hanbok pertama mereka.

Image

Image

Itu dia sedikit Info tentang Hanbok…

kalau yang ini alat musik yang kayanya Indonesia juga punya cuma beda jenis, dan nama aja, alat musik ini namanya Gayageum, kalau di Sunda (Jawa Barat-Indonesia) sih namanya Kecapi soalnya cara memainkanya sama aja sama-sama di petik dan sama sama punya bunyi suara yang khas…

ini dia Info tentang Gayageum

Gayageum adalah alat musik petik tradisional Korea yang berupa kecapi dengan 12 senar. Berdasarkan babad Samguk sagi (1145) alat musik ini diciptakan oleh Raja ke-6 dari Kerajaan Gaya, yakni Raja Gasil. Gayageum kemudian disebarkan ke kerajaan Silla dan masih dimainkan hingga kini. Gayageum telah mengalami banyak modifikasi sejak dahulu. Gayageum moderen adalah hasil modifikasi dari akhir zaman Dinasti Joseon pada abad ke-19 dan seringkali dinamakan sanjo gayageum. Gayageum yang dimoderenkan mempunyai jumlah senar yang lebih banyak yakni 13, 17, 18, 21, 22, atau 25 buah senar yang terbuat dari nilon. Di Korea Utara gayageum bersenar 21 lebih banyak dimainkan.

jadi penasaran pengen coba nih kira-kira bisa ngawih (nyanyi sunda) pake gayageum ga ya hahahha….

Image

Image

nah segini dulu ya yang bisa aku share tentang Korea nya Fyi kalau kalian ke Korea kalian bisa cari barang-brang tradisional di daerah Insadong disana kalian bisa temuin banyak barang-barang tradisional Korea…

Insadong adalah bagian dari permukiman di kota Seoul (dong) dari distrik Jongno-gu. Jalan utama di Insadong adalah Jalan Insadong (Insadong-gil) yang dihubungkan dengan banyak jalan-jalan kecil di dalam distrik Jongno. Insadong terkenal di antara para wisatawan sebagai tempat belanja dan menjual barang-barang seni tradisional khas Korea maupun luar negeri. Lebih dari 40 persen toko barang antik Korea terdapat di wilayah ini.

Insadong adalah pusat dari ibukota Korea selama lebih dari 600 tahun dan merupakan pusat budaya sejak zaman Dinasti Joseon (1392-1910). Disini pernah berdiri Gedung Menteri Kebudayaan Korea Selatan.

thanks yang udh Req please leave a comment ya Khamsahamnida, annyeong^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s