Cerpen :Untitled part 1

Nama ku Kiara ainda aku lahir di Indonesia hanya saja saat aku berusia 16 tahun, aku dan keluarga ku pindah ke kota yang indah ini ,tak begitu besar namun sangatlah indah dan nyaman ,sekarang aku melanjutkan kuliah ku di sini tepatnya di Royal Academy of  Music di kota London, tak pernah ku sangka impian ku dapat melanjutkan sekolah di luar negeri tercapai juga dan lebih bahagianya aku dapat bersekolah di Universitas Music paling bagus di London.

Malam ini secangkir coklat panas dan alunan piano klasik yang indah, hadir menemaniku di sudut ruangan caffe yang indah ini ,dan dapat kulihat dari jendela di sebelah ku  salju yang turun menghiasi sepanjang jalan di kota London, aku meneguk kembali coklat hangat ku dan berbincang-bincang dengan beberapa sahabat ku disini. Aku memandangi salju yang turun di luar sana dan aku teringat akan banyak kenangan ku di Indonesia yang tak pernah aku lupakan, perjuangan ku untuk bersekolah di sini,impian ku, sahabat ku, cinta ku juga inspirasi ku dalam setiap nada yang kumainkan beserta lirik yang aku ciptakan.

Tiga tahun yang lalu di Indonesia …

Sekolah baru ku Nampak sangat megah, bangunanya yang kokoh dan berarsitektur zaman belanda, taman nya  yang indah dan rindang, aku bangga dapat besekolah di sini, dan aku berharap di sekolah ini aku dapat mewujudkan mimpiku .

Hari ini hari pertama ku bersekolah di SMAN 5 Bandung, seragam baru ku dengan warna putih abu membuat ku tambah semangat megawali hari ini. Aku berjalan melewati lorong yang ada di tengah-tengah sekolah ku, aku mencari kelas ku, kelas X-2. Saat pertama aku masuk ke dalam kelas, aku begitu senang karena di sini aku melihat banyak teman yang ramah kepada ku.

Istirahat pun tiba, aku keluar kelas dan menemukan selembar poster yang berwarna warni di papan pengumuman tepat di sebelah pintu kelas ku, namun hanya satu yang berhasil mencuri hati ku, kertas berwarna merah bertuliskan “Audisi ekstrakulikuler Band” hanya kertas itu, mungkin saja kalau aku ikut band aku dapat mengembangkan potensi ku dalam bidang music fikirku ,dan hati kecilku berkata “Sepulang sekolah nanti aku harus ikut audisinya!”.

Kelas pun bubar bel yang terdengar kencang membuat banyak siswa di kelas ku nampak berbahagia, aku berjalan menuju ruang seni musik untuk mengikuti audisi ekskul band itu, sesampainya di sana aku menemukan banyak teman-teman seangkatan ku yang sedang menunggu giliran untuk di wawancarai, hingga ahirnya “Kiara ainda?” Tanya seorang kakak kelas perempuan yang keluar dari ruangan itu “Oh iya saya ka” jawab ku sambil tersenyum, kaka itu Nampak baik dan ramah, aku masuk kedalam ruangan itu dengan hati yang tegang namun ternyata di dalam sana lebih menyenangkan dari yang aku duga. “Jadi hobi kamu nyanyi ? kamu di panggil apa biasanya ?” tanya seorang alumni di hadapan ku dengan raut wajah yang ramah “Iya ka, saya suka sekali bernyanyi dari TK ,saya biasa di panggil Ara atau Kia” jawabku senang “Wah ? coba lagu kesukaan kamu waktu kecil apa ? bisa nyanyi sedikit ga Ki ?” pinta kaka itu “Hmm, lagunya Sherina ka, aduh malu nih ka tapi ga apa deh” jawabku dan aku pun bernyanyi sedikit ,Nampak raut wajah yang berbeda-beda di hadapan ku, namun aku tetap bahagia dan optimis “Wah wah suara kamu bagus ko ! yaudah tunggu hasilnya besok ya makasih udah dateng” sahut kaka itu dengan ramah ,aku pun keluar dari ruangan .

Esoknya di sekolah…

“Kiara ,itu tuh ada yang cariin kamu di luar kelas!” sahut Tadia “wah siapa Ta ?” Tanya ku heran “Gatau kaka kelas kayanya sih!” jawab Tadia, aku beranjak dari bangku ku dan menuju keluar kelas, dan Nampak kaka kelas yang kemarin ada di ruang seni musik “Eh kamu Kiara kan ? aku Dila anak band, oh iya besok kamu ikut seleksi trialnya ya, hari minggu di studio okey !” sahut ka Dila dengan semangat “oh iya makasih ka infonya ,doain aku keterima ya ka!” jawab ku senang ,dan kaka itu pergi meninggalkan koridor kelas ku sambil tersenyum. “Eh Kia ,kamu ikut band ? wah hebat! eh kenal sama anak yang jago piano itu ga ?” Tanya Tadia semangat “Hah ? yang mana aku kan baru wawancara belum juga deket sama siapa-siapa!” jawabku sambil terfikir akan anak yang di ceritakan Tadia “Yah sangkain kamu tau !”jawab Tadia Nampak sedikit kecewa “Pokonya kalau kamu ketemu pasti kamu suka liatnya !” sahut Tadia dengan semangat “ah liat aja nanti” jawabku sambil tertawa .

***

Sudah hampir satu minggu aku bersekolah di sini, dan ternyata besok sudah hari minggu aku senang karena besok seleksi pertama ku, aku jadi semakin penasaran akan anak yang di ceritakan oleh Tadia .

Pagi yang cerah semakin menyemangati hari ku, aku datang ke studio dengan tepat waktu, Nampak sudah banyak orang di sana, hingga ahirnya tiba giliran ku “Kiara ?” Tanya ka Dila yang keluar dari ruang studio “Iya ka ?” jawab ku “Ayo giliran kamu!” sahut ka Dila ramah, aku pun masuk kedalam ruang studio tersebut disana Nampak banyak alumi dan juga teman-teman ku ,tetapi hanya satu yang membuat ku terpana dan kagum seorang lelaki yang tepat berada di hadapan ku, ia begitu hebat saat memainkan keybord yang ada di hadapanya dan hanya dia satu-satunya orang yang membuat ku jatuh cinta pada pandangan pertama di sekolahanku yang baru ,namanya Raihan. Tak terasa sudah 3 jam aku berada di studio ini, dan sekarang saatnya pengumuman siapa yang diterima dan siapa yang tidak, “Oke, sebelumnya saya disini selaku alumni berterima kasih kalian sudah mau datang disini mengikuti audisi ini, dengan berat hati saya akan mengumumkan siapa yang tidak diterima di sini dan selamat bagi yang nanti akan menjadi keluarga besar band” sahut kaka alumni itu, dan ternyata “jadi yang di terima sebagai vocalis Kiara, Dila, Hilda ,bassis Raka, gitaris Dika, drummer Iki, dan keyboardist Raihan, selamat ya buat kalian” sahut kaka alumni itu, aku berteriak senang dalam hati, dan dari saat itu aku diam-diam menyimpan perasaan terhadap Raihan dan tak pernah kusangka bahwa dua tahun kedepan aku akan satu band denganya.

***

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan hingga hampir satu tahun aku bersama band ku namun hingga saat ini aku masih menyimpan perasaan ku terhadap Raihan dengan baik, aku takut jika perasaan ini merusak hubungan ku dengan band ku ini, dan mungkin suatu saat ia akan menyadari perasaan ku ini.

***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s